Industri coffee shop sepertinya jadi salah satu kategori bisnis yang pertumbuhannya pesat, bahkan di seluruh dunia. Kompleksitas dari bisnis ini, membuat para wirausahawan membutuhkan analisis usaha coffee shop untuk tahu lebih detail.
Data dari National Coffee Association (NCA) pada tahun 2023, menunjukkan kalau konsumsi kopi yang ada di AS terus mengalami peningkatan. Pada laporan yang ada, penjualan kopi di AS mencapai $87,2 miliar.
Tentu, ini menjadi potensi besar untuk industri coffee shop. Tidak hanya di Amerika, tapi juga termasuk di Indonesia.
Tapi, di balik itu semua masih terdapat tantangan yakni peningkatan jumlah coffee shop. Melansir Statista, ada 161.000 coffee shop yang bercokol di AS. Ini adalah data pada tahun 2024.
Dengan ini, bisa dibilang bahwa coffee shop adalah bisnis yang memiliki persaingan cukup ketat. Biar lebih jelas, berikut kami sertakan analisis lengkapnya.
Baca Juga: Analisis Bisnis Kopi Bubuk: Peluang hingga Rincian Modalnya
Analisis Usaha Coffee Shop: Peluang

Coffee shop adalah bisnis yang menurut sejumlah sumber, begitu menjanjikan. Alasannya karena terdapat beberapa peluang untuk usaha ini. Berikut rincian peluangnya:
1. Pangsa Pasar yang Luas

Bisnis coffee shop ini punya pasar yang begitu luas. Hampir semua kalangan, menyukai kopi. Ini juga yang menjadi alasan mengapa dengan bisnis ini, kamu bisa untung besar.
2. Omzet Harian yang Tinggi
Penulis punya teman yang emang berbisnis di coffee shop. Kalau melihat omzet hariannya, bisa dibilang sangat tinggi.
Dalam sehari, terutama weekend, coffee shop di kota kecil saja bisa memperoleh sampai Rp8 juta – Rp9 juta per harinya.
Kalau weekdays, biasanya setengah dari omzet harian ketika weekend. Namun, itu masih tergolong sangat tinggi.
3. Kopi Sudah Menjadi Gaya Hidup
Kebiasaan konsumsi kopi kini sudah menjadi hal yang biasa. Bahkan semua kalangan melakukannya. Entah itu pelajar, mahasiswa, karyawan kantor, sampai dengan pengusaha.
Fenomena satu ini seolah jadi penunjuk bahwa peluang buka coffee shop memang signifikan. Apalagi kopi sudah jadi bagian dari gaya hidup populer. Pangsa pasarnya terang luas.
Dengan produk kopi terbaik yang kamu racik sendiri, tidak hanya akan membuatmu untuk secara finansial. Tapi, juga secara sosial. Alasannya karena kamu bisa bertemu dengan berbagai jenis dan karakter orang.
Selama menjaga kualitas layanan dan kualitas produk kopimu, bukan tidak mungkin peluang besar ini bisa kamu dapatkan.
Baca Juga: 160+ Ide Nama Coffee Shop Keren Terbaik Biar Skena Banget!
Berapa Modal Membuka Usaha Coffee Shop?

Biar ala-ala artikel analisis usaha coffee shop profesional, sudah tentu modal jadi hal penting untuk dibahas. Nah, referensi yang penulis dapetin di media sosial dan mesin pencari sepertinya kurang akurat. Makanya, penulis memanfaatkan info dari teman.
Jadi, total modal usaha coffee shop adalah Rp100.000.000 untuk awal. Modal ini diketahui setelah penulis ngobrol dengan salah satu pemilik coffee shop di Situbondo.
Modal ini didapatkan dari pinjaman atau kredit dengan tenor 12 bulan. Yap, tapi sekarang harusnya sudah balik modal. Rinciannya begini:
- Modal awal: Rp100.000.000
- Sewa tempat: Rp10.000.000 per tahun
- Renovasi tempat: Rp50.000.000
- Alat-alat masak dan kopi: Rp40.000.000
Memang, ini hitungan kasar. Tapi, jauh lebih baik daripada estimasi yang dibikin sendiri oleh artikel analisis usaha coffee shop lainnya. Kalau nggak percaya, ya sudah. Terima kasih sudah membaca.
Baca Juga: Nggak Perlu Bikin Coffee Shop Website, Ini Alasannya!
Berapa Penghasilan Coffee Shop?

Emang agak susah mau cari referensi dan info mengenai penghasilan. Meskipun zaman sudah se-terbuka ini, tahu penghasilan dari suatu bisnis dari sumber yang terpercaya memang susah.
Tapi, hokinya kalau kamu baca di sini adalah penulis ini punya teman yang emang udah akrab dari kuliah. Setelah sukses dengan bisnis pertamanya, ia membuka coffee shop di Situbondo, Jawa Timur.
Kamu bisa mencarinya di Google Maps dan di Instagram kalau nggak percaya. Dengan begini, sedikit banyak teman penulis ini sangat membantu pembuatan artikel analisis usaha coffee shop yang sekarang mungkin tengah kamu baca ini.
Nah, menurut teman penulis, penghasilan kotornya ketika weekend di kisaran Rp8 juta – Rp9 juta per hari. Itu weekend. Anggap saja kalau weekdays, hasilnya setengah dari hasil weekend. Artinya Rp 4 juta – Rp 4,5 juta. Ini hanya estimasi, ya.
Hasil coffee shop emang tergantung dengan ramai atau tidaknya tempat tersebut. Kalau rame, biasanya segitu. Nah untuk hitungan lengkapnya begini:
- Operasional setiap hari: Rp600 ribu – Rp1 juta untuk bahan
- Keuntungan per hari: Rp 4 juta – Rp juta
Dalam satu bulan:
- Operasional per bulan untuk bahan: Rp600.000 x 30 = Rp18.000.000
- Listrik & air 1 bulan: Rp 2.000.000
- Gaji 10 karyawan: Rp20.000.000
Jadi, total biaya operasionalnya adalah Rp40.000.000. Ingat, ini hanya hitungan kasar atau estimasi saja.
Nah, untuk keuntungan kotor per bulannya yakni:
- Rp 4.000.0000 hingga Rp 9.000.000 x 30 hari: Rp120.000.000 – Rp270.000.000
Jika dikurangi dengan biaya operasional, maka range keuntungan per bulannya yakni Rp80.000.000 – Rp230.000.000. Ini hanya hitungan kasar dan dengan estimasi penghasilan per hari Rp4 juta – Rp9 juta.
Kadang bisa hanya dapat Rp1 juta – Rp2 juta per harinya. Intinya tergantung pada seberapa ramai pelanggan yang datang.
Memang, setiap coffee shop akan memiliki perhitungan keuntungan yang berbeda. Jika ingin penghasilan lebih besar, maka strategi pemasaran coffee shop yang digunakan harus tepat.
Itulah sedikit analisis usaha coffee shop yang bisa kamu pertimbangkan. Memang, tak lengkap-lengkap banget. Tapi, sudah cukup untuk jadi bahan pertimbanganmu buka usaha kedai kopi. Selamat bertarung!